Latest Entries »

Pada dasarnya, semua orang sepakat bahwa perempuan dan laki-laki berbeda. Manakala kita melihat karakteristik dari masing-masing secara fisik, kita akan dengan mudah membedakannya. Perbedaan alami yang dikenal dengan perbedaan jenis kelamin sebenarnya hanyalah segala perbedaan biologis yang dibawa sejak lahir antara perempuan dan laki-laki.
View full article »

_29 Februari 2012_

Terkadang hidup tak sesuai dengan apa yang kita harapkan,,,

jauh dari apa yang kita pikirkan,,,

indahnya hidup seakan lari dari diri kita,,

mungkinkah kita yang tidak bersahabat dengan kebahagiaan kita sendiri,,

Ataukah kita yang terlalu tinggi mematok sebuah kebahagiaan untuk kita selami..

View full article »

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
View full article »

Pada masyarakat tengger ada beberapa hal yang dianggap mempunyai kekuatan (magis), diantaranya adalah

  • Dalam upacara kematian, Danyang / pepunden dianggap keramat (sakral) oleh masyarakat Tengger. Danyang itu sendiri merupakan tempat keramat yang digunakan untuk membakar bunga bunga, boneka boneka yang terbuat dari pelepah pisang dan kemudian dibakar sampai habis.
  • Pawang hujan dipercaya bias mengendalikan hujan.
  • Tempat yang disakralkan salah satunya adalah Sanggar Tunggal Jati yang merupakan tempat sembahyang bagi para umat Hindu disana. Apabila masuk harus disucikan terlebih dahulu dengan air suci, untuk perempuan harus suci (tidak dalam keadaan menstruasi), tidak boleh berpikir maupun berkata tidak baik.
  • Padmasana merupakan tempat meletakkan sesaji, biasanya isi sesaji terdiri dari buah buahan yang dipotong kecil kecil yang dimasukkan ke Tamping ( dari daun pisang ). Padmasana biasanya diletakkan di pertigaan atau peempatan jalan dan sebagaian ada yang di depan rumah.
  • Tamping yang berisi bunga bunga dan jenang merah maupun putih yang diletakkan di depan dan di belakang rumah yang bertujuan untuk menangkal bala atau malapetaka, penyakit dan hal hal buruk yang akan menimpa keluarga tersebut.
  • Masyarakat Tengger tidak terlalu mempercayai adanya santet,pellet, tenun atau hal hal sejenisnya, karena hal tersebut jarang terjadi du masyarakat Tengger.

Masyarakat Tengger menganggap berbagai hal yang menyalahi adat istiadat agama adalah tabu, yang diantaranya adalah :

  • Dilarang melangkahi pawon,jika dlanggar jaahnya akan direbut oleh orang lain.
  • Dilarang adanya pernikahan yang masih aa hubungan darah/keluargaatau disebut papagan wali dan apabila larangan ini dilanggar, maka bal / malapetaka akan datang
  • Jika dalam pemilihan calon dukun, ketika pelantikan lupa akan mantra itu pertanda alam tidak mengijinkan menjadi dukun, dan calon dukunharus diganti.
  • Untuk disekitar kawasan Bromo diperingatkan tidak boleh membawa batu batu dari sana dan tidak boleh buang air kecil menghadap Kawah Bromo.
  • Untuk di dalam pure (tempat sembahyang ) tidak boleh berpikiran berkata dan berbuat yang tidak baik. Bagi perempuan yang haid tidak diperbolekan masuk ke dalam Pure.

View full article »

Kata “KEBUDAYAAN” seringlah kita dengar dalam keseharian kita. Tapi tahukah kamu makna dari kata tersebut? Begitu banyak rahasia dari makna kata itu. Karena setiap kata itu diterapkan pada tempat yang berbeda maka aplikasi dari kata itu mewujudkan sebuah wujud karya yang sangat luar biasa dan mempunyai keunikan tersendiri yang mencerminkan karakter dari masyarakatnya. Kebudayaan Indonesia sangat berlimpah ruah. Tapi sayangnya masyarakat Indonesia sendiri tidak sadar akan keberagaman kebudayaaan yang ada di Indonesia. Mungkinkah , kebudayaan kita direbut dahulu oleh negara lain, Baru kita menyadari betapa pentingnya kebudayaan kita ini. Disini saya tidak bermaksud untuk melecehkan ataupun membanding-bandingkan dengan bangsa yang lain. Hanya kita generasi muda saat ini haruslah tahu akan pentingnya sebuah nilai kebudayaan. Sebenarnya kita kritis akan pentingya apa yang kita miliki, tapi itu muncul ketika kita dibakar amarah oleh mereka.
View full article »

BAB 4
KELOMPOK SOSIAL

I. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL


A. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli:

  1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelompok social sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
  2. Soerjono Soekanto, kelompok social adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi
  3. Hendropuspito, kelompok social sebagai suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.

View full article »

BAB 5
DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL

I. PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL

  • Menurut Floyd D, dinamika kelompok merupakan analisis hubungan kelompok-kelompok social dimana tingkah laku dalam kelompok adalah hasil interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi social tertentu.
  • Ruth Benedict, persoalan yang dikaji dalam dinamika kelompok social adalah:
  1. Kohesi atau persatuan, akan terlihat tingkah laku para anggota dalam suatu kelompok (proses pengelompokan, intensitas anggota, arah pilihan,dan nilai-nilai dalam kelompok)
  2. Motif atau dorongan, berkisar pada perhatian anggota terhadap kehidupan kelompok (kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok)
  3. Struktur, terlihat pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota, dan pemabgian tugas
  4. Pimpinan, pimpinan sangat penting pada kehidupan kelompok social (bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan, dan system kepemimpinan
  5. Perkembangan kelompok, dapat dilihat dari perubahan dalam kelompok, perpevahan kelompok, keinginan anggota untuk tetap berada dalam kelompok,

View full article »

BAB 6
MASYARAKAT MULTIKULTURAL

I. PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

a. Menurut J.S Furnivall
Masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain dalam satu kesatuan politik
b. J. Nasikun
Masyarakat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara structural memilki sub-subkebudayaan yang bersifat diverse yang ditandai oleh kurang berkembangnya system nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga system nilai dari kesatuan-kedsatuan social serta sering munculnya konflik-konflik social
c. Menurut Van den Berg
Masyarakat multicultural memiliki karakteristik :

  1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok-kelompok yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lain
  2. Memiliki struktur social yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer
  3. Kurang mengembangkan consensus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai social yang bersifat mendasar
  4. Relative sering terjadi konflik diantara kelompok yang ada
  5. Secara relative integrasi social tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok-kelompok yang lain.

View full article »

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 LANGIT  JINGGA
Mata Pelajaran : SOSIOLOGI
Kelas / semester : XI IPS / 2
Alokasi waktu : 15 x 45 menit
Standar kompetensi : Mendeskripsikan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Kompetensi dasar : Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Indikator :
  • Mendefinisikan kelompok  sosial
  • Mendeskripsikan syarat terbentuknya kelompok sosial
  • Mengidentifikasi macam-macam kelompok sosial
  • Mengidentifikasi kelompok sosial yang tidak teratur
  • Mendeskripsikan masyarakat setempat

View full article »

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 LANGIT JINGGA
Mata Pelajaran : SOSIOLOGI
Kelas / semester : XI IPS/ 2
Alokasi waktu : 9 x 45 menit
Standar kompetensi : Mendeskripsikan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Kompetensi dasar : Mendeskripsikan perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Indikator :
  • Mendefinisikan masyarakat multikultural
  • Mendeskripsikan perkembangan masyarakat Indonesia yang multikultur
  • Mengidentifikasi latar belakang kemajemukan masyarakat Indonesia

View full article »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.