Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Satuan Pendidikan                    : SMA (Sekolah Menengah Atas)

Kelas                                               : XI

Semester                                       : 1 / Ganjil

Program                                        : IPS / Ilmu Pengetahuan Sosial

Mata Pelajaran                           : Sosiologi

Jumlah Pertemuan                   : 1 x Pertemuan

A.    Standar Kompetensi

Memahami Struktur Sosial Serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik dan Mobilitas Sosial

B.     Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur social dalam fenomena kehidupan masyarakat

C.    Indikator

  1. Menjelaskan tentang Diferensiasi Agama dan Kepercayaan
  2. Menjabarkan tentang Diferensiasi Gender (Jenis Kelamin)
  3. Mendeskripsikan tentang Diferensiasi Profesi
  4. Menganalisis tentang Diferensiasi Klan (Clan)
  5. Mengidentifikasi tentang Diferensiasi Suku Bangsa

 D.    Tujuan Pembelajaran

  1. Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat menjelaskan tentang Diferensiasi Agama dan Kepercayaan
  2. Setelah proses diskusi, peserta didik dapat menjabarkan tentang Diferensiasi Gender (Jenis Kelamin)
  3. Setelah peserta didik membaca bahan materi, peserta didik dapat mendeskripsikan tentang Diferensiasi Profesi
  4. Setelah proses pembelajaran, peserta didik mampu menganalisis tentang Diferensiasi Klan (Clan)
  5. Melalui pengamatan, peserta didik dapat mengidentifikasi tentang Diferensiasi Suku Bangsa
  1. Materi Pembelajaran

Diferensiasi Agama dan Kepercayaan, Gender, Profesi, Klan dan suku bangsa

  1. Alokasi Waktu           : 2 x 45 menit (90menit)
  1. Model Pembelajaran
  1. Informasi
  2. Kerja mandiri
  3. Elaborasi (menggunakan model pembelajaran Role Playing)
  4. Diskusi
  5. Ceramah
  1. Kegiatan Pembelajaran

No

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1. Pendahuluan

  1. a.   Apersepsi
  • Berdoa (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran)
  • Mengabsen dan mengetahui kondisi Peserta didik
  • Memberikan penjelasan singkat tentang materi yang akan dipelajari, Kemudian, guru menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi pembelajaran sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan.
Motivasi
  • Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran tentang diferensiasi agama dan kepercayaan, gender, profesi, klan, dan suku bangsa
Rambu-Rambu Belajar Kompetensi
  • Peserta didik mendapat gambaran tentang Diferensiasi agama dan kepercayaan, gender, profesi, klan, dan suku bangsa dalam bentuk skema sesuai dengan silabus

Rambu-Rambu Materi

  • Diferensiasi Agama dan Kepercayaan
  • Diferensiasi Gender
  • Diferensiasi Profesi
  • Diferensiasi Klan
  • Diferensiasi Suku bangsa
10 menit
2. Kegiatan Inti

  1. Peserta didik membaca, mendengarkan penjelasan singkat dari guru tentang Diferensiasi agama dan kepercayaan, gender, profesi, klan, dan suku bangsa dalam bentuk skema dan kemudian menulisnya.
  2. Guru dibantu peserta didik mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik kelompok nantinya.
  3. Kemudian guru membagi kelas menjadi 5 Kelompok, yang masing-masing kelompok berisikan peserta didik yang aktif dan kurang aktif secara merata dan adil
  4. Guru membagi masing-masing kelompok dengan peran yang berbeda (berdasarkan suku bangsa yaitu; suku Jawa, Suku Batak, Suku Sasak, Suku Riau, Suku Minangkabau)
  5. Masing-masing kelompok memperhatikan penjelasan guru tentang pembagian peran
  6. Kemudian peserta didik mulai berdiskusi sesuai materi bahasan tentang diferensiasi social dalam masyarakat Indonesia yang memiliki bentuk diferensiasi berbeda-beda.
  7. Setelah mereka berdiskusi antar anggota masing-masing kelompok, lalu peserta didik aktif menyampaikan pendapatnya tentang materi yang mereka kuasai.
  8. Peserta didik membacakan hasil diskusinya di depan kelas dan guru menjadi pemandu diskusi kelas.
  9. Guru memfasilitasi peserta didik berkompetensi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
  10. Setelah saling menyampaikan pendapat tentang diferensiasi agama dan kepercayaan, gender, profesi, klan, dan suku bangsa, kemudian guru memberikan kesimpulan berdasarkan diskusi kelompok tadi
70 menit
3. Penutup / Kegiatan Akhira.   Merangkum

  • Peserta didik membuat rangkuman hasil diskusi yang telah dilakukan

b.  Refleksi

  • Peserta didik dan guru membuat rangkuman atau simpulan belajar tentang Diferensiasi agama dan kepercayaan, gender, profesi, klan, dan suku bangsa. Peserta didik mencatat beberapa hal yang penting yang disampaikan guru.

c.    Umpan Balik

  • Guru memberikan kesempatan pada peserta didik apakah ada pertanyaan tentang materi yang dibahas melalui diskusi kelompok.
  • Jika ada pertanyaan Guru menjawab, dan Jika tidak ada Guru yang memberikan pertanyaan sebagai umpan balik yang positif dari hasil diskusi sebelumnya

d.   Tindak Lanjut

  • Peserta didik diberi tugas individu untuk mengamati masyarakat yang ada di sekitarnya, lalu mengelompokkan masyarakat tersebut  berdasarkan diferensiasi sosial. Kemudian peserta didik membuat laporan  atau tulisan sesuai hasil observasi.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
  • Lalu guru memberikan tugas agar membaca materi selanjutnya tentang hakikat stratifikasi sosial.
10 menit

I.       Metode Pembelajaran

  1. Informasi
  2. Kerja mandiri
  3. Elaborasi (menggunakan model pembelajaran Role Playing)
  4. Diskusi
  5. Ceramah
Media Pembelajaran
    1. Papan tulis
    2. Alat-alat tulis
    3. Lembar soal
    4. Transparan Konsep
    5. Power Point
    6. LCD
Sumber Bahan
  1. Sosiologi kelas 2, Kun Maryati dan Juju Suryawati, ESIS
  2. Buku Sosiologi SMA Kelas 2, Jilid 2 ERLANGGA
  3. Sumber Buku Lembar Kerja Siswa Cerdas
  4. Internet
  5. Gambar berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia
  6. Gambar berbagai Profesi yang ada di Indonesia

Lampiran 1

Bahan Ajar

1.      Diferensiasi Agama dan Kepercayaan

Bentuk lain dari diferensiasi adalah dalam kelompok-kelompok keagamaan atau kepercayaan. Banyak teori yang telah dikemukakan oleh ilmuan sepanjang sejarah umat manusia, tentang keberadaan agama atau religi dalam berbagai kelompok masyarakat. Menurut A. Lang (Koentjaraningrat, 1990: 94) dalam teori firma Tuhan, kepercayaan terhadap dewa tertinggi merupakan bentuk religi manusia yang tertua. Kesimpulan ini diperoleh dari pengalaman membaca banyak karya sastra rakyat berbagai suku bangsa di dunia.

Dalam uraian di atas, pada dasarnya suatu agama timbul karena adanya ketidakmampuan manusia mengungkap seluruh rahasia alam dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama tentang rahasia alam gaib; termasuk untuk menjawab pertanyaan “ada apa setelah kematian?”. Jadi, pada hakikatnya agama adalah kepercayaan akan alam gaib, dari mana, bagaimana dan akan kemana manusia setelah mati, yang dicantumkan dalam kitab-kitab suci. Ada beberapa agama yang diakui di dunia. Untuk Indonesia sendiri ada 6 agama besar, yaitu; agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Huchu. Dengan demikian, agama dan kepercayaan dapat dijadikann diferensiasi sosial. Namun, diferensiasi berdasarkan agama dan kepercayaan ini dibesarkan, dan dijadikan sebagai pembeda dalam interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

2.      Gender (Jenis Kelamin)

Jenis kelamin merupakan cirri fisik yang dibawa sejak lahir dan tidak ditentukan sendiri oleh individu berdasarkan keingginannya. Sedangkan gender adalah perbedaan secara budaya antara laki-laki dna perempuan yang dipelajari melalui proses sosialisasi. Walaupun pad hakikatnya sejajar, dalam banyak masyarakat, terutama yang menganut system petrilineal, gender pria dipandang berkedudukan lebih tinggi dari pad wanita di dalam system sosial. Perbedaan penilaian antara pria dan wanita ini antara lain disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

  1. Secara Biologis, fisik pria relatif kuat disbanding dengan wanita.
  2. Secara Psikologis, membesarkan anak perempuan lebih sulit dibandingkan dengan membesarkan anak laki-laki. Jika terlalu ketat anak akan tertekan dan kemudian sulit menemukan pasangan hidup.
  3. Adanya pandangan lama bahwa anak laki-laki menentukan garus keturunan keluarga.

Masalahnya pembedaan sosial ini menimbulkan hambatan-hambatan yang tidak disengaja bagi perempuan dalam mengaktualisasikan kemampuan untuk mendapatkan kesempatan yang berhubungan dengna ekonomi, kekuasaan dan prestise. Pembedaan gender ini membuat perempuan menjadi kelas kedua (second class). Perbedaan jenis kelamin yang seharusnya merupakan diferensiasi cenderung menjadi perbedaan gender yang menampakkan stratifikasi.

3.      Profesi

Profesi adalah jenis pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan teknik atau ketrampilan secara intelektual. Jadi, untuk menjadi yang professional tidak cukup hanya berbekal latihan, tetapi harus pula terampil serta teruji dalam menjalankan tugas-tugas khususnya. Seseorang yang professional hanya menekuni dan mengembangkan satu jenis pekerjaan saja dan bidang pekerjaan tersebut diakui secara luas oleh masyarakat. Karena suatu profesi bersifat khusus, maka dia akan melahirkan diferensiasi sosial. Artinya, tidak ada perbedaan tinggi rengah, terhormat tidak terhormat di antara profesi-profesi tersebut.

4.      Klan (Clan)

Bentuk diferensiasi lainnya adalah Klan. Menurut Kontjaraningrat, klan adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas semua keturunan dari seseorang nenek moyang yang diperhitungkan melalui garis keturunan sejenis, yaitu keturunan warga pria atau wanita. Apabila garis keturunan ditarik dari laki-laki disebut patrilineal. Apabila garis keturunan ditarik dari perempuan dinamakan matrilineal.

5.     Suku bangsa

Diferensiasi yang lebih luas adalah suku bangsa. Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial lainnya. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa adalah kelompok masyarakat dengan corak kebudayaan yang khas. Dalam kenyataanya pengertian suku bangsa itu sendiri lebih luas dan kompleks karena batas dari kesatuan manusia yang merasa dirinya terikat oleh keseragaman kebudayaan itu dapat meluas dan dapat pula menyempit sesuai dengan keadaan.

Indonesia memiliki banyak suku bangsa dengan perbedaan-perbedaan kebudayaan, yang tercermin pada pola dan gaya hidup masing-masing. Akan tetapi bila ditelusuri, maka sesungguhnya berasal dari rumpun bahasa Melayu Austronesia.

Kriteria yang menentukan batas-batas dari masyarakat suku bangsa adalah sbb.

  1. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih.
  2. Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh identitas penduduk sendiri.
  3. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh wilayah geografis
  4. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuanekologis
  5. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mempunyai pegalaman sejarah yang sama
  6. Kesatuan penduduk yang interaksi di antara mereka sangat dalam
  7. Kesatuan masyarakat dengan system sosial yang seragam.

Diantara suku-suku bangsa di Indonesia, terdapat kesamaan mendasar, yaitu:

  1. Kehidupan sosial yang berdasarkan kekeluaragaan
  2. Hokum adat
  3. System hak milik tanah
  4. Kekerabatan, adat perkawinan, serta persekutuan bermasyarakatan.

BERIKUT INI FORMAT PENILAIAN DISKUSI KELOMPOK

Keterangan: nilai maksimal 20

LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK

No

Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor/ Jumlah

1 2 3 4 5 6

 

Aspek yang dinilai:

  1. Kemampuan menyampaikan pendapat.
  2. Kemampuan memberikan argumentasi.
  3. Kemampuan memberikan kritik.
  4. Kemampuan mengajukan pertanyaan.
  5. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.
  6. Kelancaran berbicara.

Penskoran:                                                     Jumlah skor:

A. Tidak Baik              Skor 1                          24—30 = Sangat Baik

B. Kurang Baik           Skor 2                          18—23 = Baik

C. Cukup Baik                        Skor 3                          12—17 = Cukup

D. Baik                        Skor 4                          6—11 = Kurang

E. Sangat Baik                        Skor 5

FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI

No

Nama Siswa

Kriteria Penilaian

Jumlah Skor

1

2

3

4

5

1
2
dst

Keterangan:                                                                 Rentang skor : 1—3

  1. Aktivitas dalam kelompok                                 2—15             = Sangat baik
  2. Tanggung jawab individu                                  9—11              = Baik
  3. Pemikiran                                                           6—8                = Cukup
  4. Keberanian berpendapat                                                3—5                = Kurang
  5. Keberanian tampil

Mengetahui                                                                   Semarang, 13 Desember 2011

Kepala Sekolah                                                                   Guru Mata Pelajaran

Drs. Totok Rochana, MSi                                                   Risky Ariyani, S.Pd

NIP                                                                                     NIM 3401409028