download

Musik Indonesia atau yang disebut musik Nusantara merupakan semua musik yang berkembang di Nusantara ini, yang mencerminkan atau menonjolkan ciri ke-Indonesiaan, baik dalam segi bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara sendiri terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop. Beberapa mendapatkan pengaruh dari negara luar

Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi-bunyian untuk medianya. Musik ini di pengaruhi oleh unsur-unsur  pendukungya seperti lokasi, budaya dan juga masyarakat pendukung. Kosasih (1982) berpendapat bahwa: Musik merupakan tempat dimana manusia dapat mencurahkan perasaan hati, tempat melukiskan getaran jiwa khayal yang timbul dalam pikiran yang mana tak dapat di cetuskan dengan perantaraan kata-kata, perbuatan atau dengan perantaraaan salah satu bidang seni lain. Selain itu musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

Musik adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk membentuk identitas seseorang. Musik populer, sebagai salah satu produk budaya populer memiliki peran serta makna di dalamnya yang dapat membentuk identitas seseorang.

Salah satu media yang dapat membentuk identitas kaum muda adalah musik. Musik yang dibicarakan di sini adalah musik populer (musik pop) kontemporer yang terdiri dari rock, soul, punk, dance, heavy metal; bukan musik klasik, tradisional, atau musik period (Lull, 1987). Musik dapat menaikkan pengalaman-pengalaman ekstrim untuk pencipta/pemain dan pendengarnya, memutar batas emosi yang berbahaya, serangan-serangan, kemenangan/keberhasilan, perayaan, dan antagonisasi kehidupan ke dalam hipnotis dan tempo yang reflektif yang dapat dialami secara personal maupun berbagi dengan orang lain (Lull, 1987). Budaya musik pop—lagu, majalah, konser, festival, komik, wawancara dengan bintang pop, film, dan sebagainya— membantu pemahaman akan identitas di kalangan kaum muda (Hall dan Whannel, 1964 dikutip Storey, 2007).

Khalayak pemuda dikategorikan oleh Davis Riesman (1950), seperti dikutip Barker (2005), sebagai kelompok minoritas membawa tema pemberontakan sosial. Katz, Blumer, dan Gurevitch (1974) seperti dikutip Lull (1987), menyebutkan bahwa yang dapat menentukan penggunaan spesifik atas musik oleh khalayak adalah kombinasi antara sifat-sifat yang dimiliki secara psikologis, faktor-faktor sosiologi, dan kondisi lingkungan.

Musik rap sebagai salah satu elemen budaya kontemporer orang kulit hitam Amerika dalam lingkup budaya populer Amerika. Sebagai salah satu elemen budaya, musik rap di Amerika dapat merefleksikanpengalaman-pengalaman hidup orang kulit hitam Amerika Serikat dalam usaha mempertahankan kebudayaannya. Rap merupakan suara yang tak terucapkan, bentuk protes dari suatu tekanan, dan model alternatif dari ekspresi terhadap kehidupan yang termarjinalisasi. Musik Rap bukan hanya dipertontonkan saat acara pesta semata, namun menjadi identitas bagi orang kulit hitam.

Rap bagi Gilrory adalah suatu bentuk hibrida yang berakar pada relasi sosial sinkretis kawsan South Bronx di mana budaya sistem bebunyian Jamaika, yang dicangkok pada era 1970-an menancapkan akarnya dan bersamaan dengan inovasi teknologi spesisifk, mengusung proses yang mentrasformasikan perasaan kedirian warga kulit hitam Amerika dan sekaligus porsi besar industri musik pop.

Selain itu, Rap bisa melacak akarnya bersama dengan jalur yang memasukkan pengaruh musik Afrika Barat dan imbas dari perbudakan. Sebagaimana musik Amerika, Jamaika, Afrika Barat, Inggris, India, Jerman, dan Islandia (dan lain-lain), Rap tidak bisa dikatakan memiliki asal usul atau autentisitas asli. Rap selalu menjadi hibridasi kultural yang ditandai dengan aliran budaya rizomorfis.

Teknologi komonikasi telah mengkonstruksi komoditas, makna dan identifikasi budaya anak muda namun menyebrangi batas-batas ras atau negara bangsa: Rap Global, Rave Global, dan Salsa Global. Musik Rap telah menjadi komoditas budaya yang dibawa arus globalisasi. Pertemuan musik rap dengan balutan budaya hiphop barat dengan budaya lokal di berbagai balahan di dunia memberikan dampak bervariasi di tiap fenomenanya. Musik rap menjadi bentuk budaya kontemporer yang dekat dengan kaum remaja dan muda. Musiknya yang dinamis dan penuh dengan hentakan bass elektronik memberikan atmosfir berbeda dari musik-musik jenis lain. Permainan kata-kata dan metafora menjadi nilai plus dari genre musik ini.

_Jinggara_